BROMO "part 2"

by - 21.23

Ada beberapa spot yang kami kunjungi selama Tour Bromo. Selain menikmati matahari terbit di bukit penanjakan 1, masih ada 3 spot lagi yang akan kami kunjungi. Bukit Savana , Pasir Berbisik, dan naik ke Kawah Bromo. Waktu itu kami mengunjungi Bukit Savana terlebih dahulu sesuai dengan saran pak sopir. Selama perjalanan menuju Bukit Savana rasa ngantuk mulai menyerang kami, mengingat kami belum tidur lg sejak pukul 3 subuh. Walaupun kondisi jalan yang menanjak, menurun dan berkelok- kelok tidak menjadi penghalang untuk bisa tidur pulas di mobil. Mungkin ini sudah menjadi skill bawaan dari Pesantren, bisa tidur di mana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apapun :D.

Baca Juga : Bromo "part 1"

Tiba di Bukit Savana, kami langsung disuguhkan dengan pemandangan padang rumput hijau yang berjejer sepanjang kiloan meter di depan kami. Rasa ngantuk pun seketika hilang. Pemandangan di bukit Savana ini kurang lebih hampir mirip dengan bukit Teletubbies tp masih lebih cantik bukit Savana sih J. Dan setiap sisinya sangat Instagramble. Jadi sebaiknya kalian membawa kamera “dewa” dan jangan lupa untuk sedikit berdandan cantik (banyak pun tak masalah haha) kalau mau ke sini :D.
Dari pemandangan yang hijau subur, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Pasir berbisik, gurun pasir tandus yang letakny tidak jauh dari bukit Savana. Dinamakan pasir berbisik karena ketika angin bertiup, butiran-butiran pasir akan berterbangan dan terdengar seperti suara bisikan. Syuhhh!. Di sini kita bisa melihat keagungan Allah SWT, karena tempat yang subur dan tandus berada dalam satu kawasan, Masha Allah. Di Pasir Berbisik ini, selain berfoto ria, teman-teman trip kami yang lain ada yang bermain prosotan. Rasanya seperti anak kecil yang sangat bahagia bisa main pasir-pasiran. Pokoknya banyak hal seru yang bisa dilakukan di sini.
Setelah puas berfoto dan bermain di bukit Savana dan Pasir Berbisik, akhirnya pak sopir membawa kami ke tujuan akhir di Tour Bromo ini, yaitu mendaki Kawah Gunung Bromo yang masih aktif diketinggian 2.329 mdpl. Sebelum naik ke Kawah Bromo, kami harus berjalan kaki kurang lebih 3 KM dari parkiran. Alternative lainnya yaitu bisa naik kuda yang banyak di sewakan di sepanjang jalan. Selain karena budget kami yang pas-pasan dan memiliki keinginan untuk mendaki semeru, kami memutuskan untuk jalan kaki, itung-itung olahraga sebelum mendaki ke semeru hihi.

Setelah melalui perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami tiba di kaki gunung Bromo. Untuk naik ke puncak Bromo kami masih harus menaiki kurang lebih 250 anak tangga yang curam. Sebelum naik kami beristirahat sejenak untuk mengumpulkan kembali tenaga yang terkuras sehabis berjalan kaki. Selangkah demi selangkah kami menaiki tiap anak tangga yang ada dan sesekali berhenti untuk mengatur nafas dan memeriksa keadaan yang lain untuk memastikan semua baik-baik saja. Di sini kami tidak banyak berbicara lagi, kami hanya focus dengan anak tangga yang ada di depan kami. And finally we did it!, Alhamdulillah.

Sampai di puncak Bromo beberapa teman kami ada yang membawa bekal, katanya pengen merasakan sarapan di atas puncak Bromo. Waktu itu kami tidak ada pikiran sedikit pun untuk membawa bekal, bawa diri sendiri saja sudah luar biasa rasanya hahahh. Sekitar pukul 11 pagi, kami kembali menuju parkiran wonokitri dan berganti mobil BMA yang akan membawa kami kembali ke Pare, tapi waktu itu kami berempat memutuskan untuk tidak ikut pulang karena ingin menghabiskan sisa liburan di Malang.

Alhamdulillah trip BROMO kami waktu itu luar biasa menyenangkan dan teman-teman trip kami luar biasa baik dan seru, apalagi waktu itu kebanyakan dari mereka berasal dari Makassar. Jadi logat dan selera “joke”nya hampir sama. Yang pasti, pengen balik lagi ke Bromo, pengen foto-foto yang cantik dengan kamera yang bagus ahahahha. Soalnya waktu itu muka kami luar biasa bermuka bantal plus kusam alias “cukmala” hahaha. Selain itu, Trip ini juga merupakan awal munculnya sebuah mimpi dan keinginan yang kuat untuk bisa melihat langsung keindahan gunung Semeru.


XO
TayaTumada

You May Also Like

15 komentar

  1. Wahhh saya belum pernah nih kak ke bromo😅.. Doain yah kak, semoga segera bisa kesana😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminn smoga segera di beri kesempatan kesehatan dan rejeky sm Allah

      Hapus
  2. salam..
    kenal Haryani Tumada?

    BalasHapus
  3. hai kakak.. salam kenal.. senang bisa berkunjung ke blog ini. semoga semua keinginan di 2019 bisa terkabul. salam sama Yani yah :D

    BalasHapus
  4. Wow, perjalanan yang cukup melelahkan tapi indah dan menyenangkan. Jadi dapat insight juga kalau ke sini usahakan bawa bekal, biar ngga laper khususnya bagi saya yang cepat laper wkkkkk

    BalasHapus
  5. Masya Allah.. Indahnya pemandangan di Bromo dan sekitarnya ya. Semoga nanti saya juga bisa menikmati langsung keindahannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aminnn smoga harapanny segera terwujud :D

      Hapus
  6. betapa senangnya bisa menikmati keindahan alam indonesia. eksotisme Bromo dan landscape yang mengagumkan akan selalu membawa kenangan yang indah

    BalasHapus
  7. Ya Allah perjuangannya pale dih melihat keindahan hakikinya Bromo. Tapi setelah sampai di tujuan pasti rasa bahagia mengalahkan kelelahan yaa

    BalasHapus
  8. Masuk bucketlist juga nih Bromo. Tapi tunggu bocah sudah lebih besar juga, gak sanggup membayangkan naik tangga itu sambil menggendong bocahnya 🤣.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya kak klo gendong bocah bisa bisa encok dluan sblm naik tangga ahahahaa

      Hapus
  9. Bromo..... destinasi wisata pegunungan yang menjanjikan panorama sunrise terindah yg saya tahu

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kak ,, betul betul cantikkkk skali sunrisenya

      Hapus
  10. waaah gimana rasanya kalau balik lagi ke bromo dengan prepare well ya ? hahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg pasti fotonya bakal kece badaiiii hhahahahha

      Hapus