BROMO "part 1"

by - 19.35

Dua minggu setelah perjalanan kami ke Jogja, berkunjung ke Bromo adalah tujuan kami selanjutnya. Waktu itu kami berinisiatif untuk mengatur trip kami sendiri tanpa harus ikut paket wisata yang disediakan oleh lembaga kursus di Pare. Soalnya kami takut dikecewain untuk ke dua kainya setelah kejadian di Bali. Trip kali ini diatur oleh teman kami Iqbal. Dengan estimasi budget kira-kira 100-125 ribu. Jadi waktu itu kami perlu mencari sekitar 12 orang untuk ikut sama kami, biar biayanya bisa lebih murah. Beruntungnya belajar di Kampung Inggris Pare, kami tiba-tiba saja punya banyak teman dari segala usia dan kota. Jadi menemukan ke12 org yang bisa ikut dengan kami itu g sesulit yang dibayangkan.
Jumat malam kami berangkat ke Bromo dari pare, Kediri dengan menggunakan mini bus BMA. Kira-kira pukul 3 Subuh kami sudah tiba di parkiran wonokitri, untuk berganti kendaraan dari BMA ke mobil pick up, waktu itu kami sempat kaget kirain bakal naik mobil jeep seperti yang banyak digunakan wisatawan lain, tau-tauny naik mobil pick up. Mungkin ini lah alasannya kenapa biayanya sangat murah hahahah. Di parkiran wonokitri juga banyak pedagang setempat yang menyewakan coat dan sarung tangan. Karena udaranya sangat dingin, tidak seperti yang saya bayangkan terpaksa saya harus menyewa salah satu coat tersebut. Soalny waktu itu saya hanya menggunakan sweeter rajutan saja. Biaya sewanya kira-kira 25-50ribu (kalau saya tidak salah ingat).
klo liat foto ini berasa seperti lg ngerasain winter di luar negeri :D
Kami ber12 duduk di belakang mobil, sambil berusaha menikmati perjalanan menuju ke bukit penanjakan untuk melihat sunrise. Sebelumnya saya sudah pernah naik mobil pick up dan duduk dbelakang, jadi saya sudah bisa membayangkan bagaimana rasanya nanti, apa lagi perjalanan yang dilalui menanjak dan berbelok-belok. Mungkin rasanya seperti sayuran yang dilempar-lempar naik ke mobil. Mungkin seperti itu :D. Selama perjalanan kami disuguhkan dengan pemandangan yang sangat indah dan dtemani dengan ratusan cahaya bintang yang bertaburan di langit.

Turun dari mobil, kami masih harus berjalan kaki menuju ke view point dbukit penanjakan. Di sepanjang jalan banyak kedai-kedai yang menjual makanan dan minuman serta menyediakan api unggun kecil untuk menghangatkan diri. Waktu itu kami tiba di view point kira-kira masih pukul 4 lewat dan sudah banyak wisatawan yang tiba terlebih dahulu. Dengan bermodalkan cahaya senter dari hp kami berusaha untuk mencari tempat yang nyaman untuk bisa melihat sunrise, sambil mencoba untuk banyak bergerak agar tidak membeku kedinginan di ketinggian 2.770 mdpl.

Akhirnya yang ditunggupun mulai memperlihatkan pesonanya. It was one of the best sunrise that I’ve ever seen in my life. Sayangny waktu itu kami tidak bisa mengabadikan moment tersebut dengan hp kami. Tapi kami sudah sangat bersyukur diberi kesempatan sama Allah untuk bisa melihat sunrise di Bromo. Saat cahaya sudah mulai terang kami pun dsuguhkan dengan keindahan deretan gunung di kawasan Bromo Tengger Semeru. Pesona puncak Mahameru yang menjulang tinggi diantara gunung-gunung disekitarnya,  seolah-olah memanggil kami untuk melihatnya lebih dekatnya lagi. Seketika keinginan untuk mendaki gunung semeru menjadi sangat kuat, yang awalnya hanya sekedar wacana saja, kamipun bertekad dan berusaha untuk mewujudkannya.
pemandangan indah yg disuguhkan setelah matahari terbit, Masha Allah



To be continued.


You May Also Like

14 komentar

  1. Emang untuk melihat keindahan alam, jalan yanh harus ditempuh gak mudah ya.
    Semoga nanti saya pun bisa ke sana, lihat langsung matahari terbit dari ufuk timur

    BalasHapus
  2. Seperti pepatah yaa kak, bersusah susah dahulu bersenang senang kemudian. Rasa lelah seperti terbayar ketika sudah menikmati sunrise yang begitu indah.. baca ini, seperti mau juga mendaki..wkwkkw

    BalasHapus
  3. Bromo memang selalu dirindukan. Pernah kesana namun masih banyak tempat yang mau didatangi. semoga suatu hari bisa kembali lagi ke sana

    BalasHapus
  4. Penasaranku melihat sun rise di Bromo.
    Perjuangan juga ke sana ya. Perjuangan pertama adalah mencari cara supaya murah. Untungnya ketemu solusi ya, karena banyak teman belajar di Kampung Inggris.

    BalasHapus
  5. Wah, bromo...salah satu destinasi impian😊 Btw jd kepo gmn cerita nemuin ke-12 orang yang ada😁 Pakaiannya lucu ya beneran ky winter😅,jd kepo bromo mmng sedingin apa. Smoga bisa segera kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo di pare tiap kelas pasti langsng share info ke teman kelas buat yg blm ke bromo dan mau ke bromo klo dpt satu biasany yg satu org itu bakal share jg ke teman yg lain dan terkumpul lah 12 org ini hahah

      Hapus
  6. Bagaimanami itu di kalau seperti sayur dilempar-lempar, hihihi....

    Kubayangkin ki tagoccang-goccangki semua, apalagi jalan yang ditempuh tidak mulus. Untungnya terbayarji dengan pemandangan yang indah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul kak semua penderitaan di mobil terbayar dgn pemandangan yg ada, masha Allah cantik skali

      Hapus
  7. Petualang yang mengasyikkan..saya jarang naik gunung cuma penikmat pantai ajha..mdh2an suatu hari bisa mendaki gunung juga deh untuk melihat ciptaan tuhan dari atas awan.

    BalasHapus
  8. Gunung terindahnya Indonesia mi ini kurasa kak. Siapapun yang kesini, pasti terkagum-kagum. Saya saja yang liat cuma di foto mau sekali kesana. Hehe. Semoga kalo ada rejeki saya juga bisa ke Bromo. Aamiin. Hehe.

    BalasHapus
  9. Salah satu destinasi impian bisa berkunjung ke sini. Meski perjalanan yang ditempuh tak mudah, namun terbayarkan dengan indahnya pemandangan yang tercipta kak

    BalasHapus
  10. Wah... Bromi selalu menjadi incaran para traveller. Saya juga senang berkunjung ke destinasi yang cuacax dingin.

    BalasHapus
  11. murahnya sewa coatnya ternyata di , terus menghangatkan lagi hahahaha

    BalasHapus
  12. Wkwkwkk Saya juga waktu di Pare, sempat ke Bromo. Dan samaaa, pake pick up alih-alih Jeep, padahal sudah sa bayangkan foto2 keren di Bromo pake Jeep x))

    BalasHapus