A Few Weeks Before

by - 13.05


Hari-hari terakhir kami di Pare menjadi hari yang sangat sibuk, bahkan untuk nongkrong lama-lama di warung makan pun kami tak sempat. Selain sibuk mempersiapkan kebutuhan yang dibutuhkan untuk mendaki Gunung Semeru nanti, kami pun disibukkan dengan padatnya jdwal kelas IELTS. Jadi tiap ada waktu luang sedikit, waktu itu kami gunakan untuk beristirahat di asrama. 

Ada beberapa persiapan yang kami lakukan selama beberapa minggu terakhir kami di Pare. Pertama adalah berolahraga, setiap sore setelah kelas berakhir kami selalu berangkat ke lapangan yang ada di daerah Pare untuk lari keliling lapangan selama beberapa putararan (walaupun sebenarnya lebih banyak jalannya dari pada larinya, tapi tak mengapa, namany juga usaha :D). Setiap sore banyak warga lokal yang juga berolahraga di lapangan tersebut dan setiap sore juga kami selalu menjadi pusat perhatian orang-orang di sana. Bagaimana tidak, pakaian yang kami kenakan sungguh sangat jauh dari pakaian orang yang sedang berolahraga, celana kaos dan sandal jepit hahaha. Waktu itu kami tidak punya celana training ataupun sepatu lari, soalnya sebelum berangkat tidak pernah terpikirkan sedikitpun bahwa kami akan mendaki gunung. Walaupun selalu menjadi pusat perhatian tapi itu tidak menjadi penghalang buat kami, bodo amat kita tidak kenal kok, mind yours guys, hahaha (seperti itu yang ada pikiran kami waktu itu).

Sebenarnya walaupun tidak lari keliling lapangan pun tak jd masalah karena selama beberapa bulan kami tinggal di Pare, hari-harinya kami selalu bersepeda keliling Pare, apa lg kalau harus membonceng si Lea yang tidak bisa bawa sepeda, Wowww the struggle is real guys hahhhaha (sowry lea). Tapi waktu itu karena lagi semangat semangatnya pengen naik gunung dan kita tidak tau kondisi di sana kayak gimana (maklum org awam), kamipun memutuskan untuk lari keliling lapangan tiap sore biar fit nantinya. Ke dua, cari teman, biar tidak kami berempat saja yang berangkat. Alhamdulillah waktu itu ada Aldi yang bersedia ikut, Aldi ini salah satu teman kami d Pare yang sebelumnya sudah pernh berangkat ke Jogja bareng dan dia juga sudah pernah mendaki gunung semeru. Selain Aldi juga ada Pea dan Adam teman kelas IELTS kami di pare.
Ke tiga, mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk mendaki gunung. Untuk mempersiapkan semuanya, hampir tiap weekend kami selalu berangkat ke Malang, dan bersyukur banget waktu itu kami banyak dbantu sama Febri, mulai dari nyari tempat sewa tenda dkk, nyari sepatu gunung, dan jaket (thank u Febri J). Selain itu kami juga mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk izin sebelum mendaki ke petugas nanti. Berkas-berkasnya yaitu foto copy KTP dan surat keterangan berbadan sehat.

Selama proses persiapan dlakukan, tiba-tiba kami ketemu sm mas A (aku lupa namany). Waktu itu kami ketemu di tempat makan, dan tidak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya yang lagi bercerita soal pengalamannya sehabis mendaki gunung di mana aku lupa. Sehabis makan dengan hati-hati Aas mencoba menyapanya dan bertanya hal-hal yang berkaitan dengan gunung Semeru. Waktu itu mas A welcome banget menjawab pertanyaan-pertanyaan kami, tiba-tiba Febri menyarankan untuk ngehire mas A biar jd tour guidenya kami. Aas pun mulai menanyakan mas A dan Alhamdulillah doi setuju. Waktu itu kami tidak berdiskusi dengan Aldi, soalny yang ada dpikiran kami, kami harus nyari satu lagi orang yang tau kondisi di sana kayak gimana, buat ngurangin bebannya Aldi, dan kami takut kalau tiba-tiba pas hari H nanti Aldi tidak bisa ikut.

Hari yang kami tunggu pun tiba, setelah berpamitan dengan teman-teman di pare, kami pun berangkat menuju Malang, dan dari sini lah sebuah cerita di mulai, mulai dari senang, sedih, kecewa terus senang lagi. Semuanya menjadi kenangan yang sangat berharga untuk kami. I will tell you about the story next time J



 xo
TayaTumada

You May Also Like

2 komentar